Beranda Kantor Kemenag Penghujung Tahun, FKUB Aceh Tengah Gelar Dialog Bersama Tokoh Agama Hingga Pemerintah...

Penghujung Tahun, FKUB Aceh Tengah Gelar Dialog Bersama Tokoh Agama Hingga Pemerintah Daerah Di Desa Sadar Kerukunan

244
0

Takengon (Inmas) — Dalam rangka menjalin kerukunan umat beragama di bumi Gayo, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Aceh Tengah menggelar dialog kerukunan lintas Agama di Kampung Sadar Kerukunan. Rabu (11/1219).

Kegiatan tersebut langsung difasilitasi oleh Reje Kampung dan warga Hakim Bale Bujang Kecamatan Lut Tawar yang terpilih sebagai Desa Sadar Kerukunan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Aceh.

Panitia melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari unsur tokoh agama kampung Hakim Bale Bujang, tokoh masyarakat kampung Hakim Bale Bujang, tokoh pemuda kampung Hakim Bale Bujang hingga pemerintah daerah setempat dengan jumlah 60 peserta.

Mengawali acara, Wakil Ketua I FKUB Aceh Tengah, Wahdi MS MA menyampaikan bahwa dialog ini dilakukan guna menjaga kerukunan beragama terutama bagi warga kampung Hakim Bale Bujang Kecamatan Lut Tawar yang masyarakatnya memiliki keberagaman dalam agama.

“Dialog kerukunan umat beragama ini kita selenggarakan atas rekomendasi bapak Kakanwil dimana kampung Hakim Bale Bujang masyarakatnya cukup beragam,” ungkap Wahdi dihadapan Bupati.

Hal yang sama diungkapkan Bupati Aceh Tengah, Drs Shabela Abubakar, ketika menyampaikan sambutannya beliau mengapresiasi kerukunan umat beragama di Aceh Tengah, beliau berterimakasih kepada warga Hakim Bale Bujang yang telah menjaga keberagaman disana.

“Kepada warga kampung Hakim Bale Bujang, terimakasih karena telah menjaga kerukunan beragama, disana ada empat lokasi peribadatan, namun kita jarang mendengar ada konflik disana,” kata Shabela dihadapan peserta dialog.

Menurutnya, hal tersebut dikarenakan masing-masing tokoh agama mempunyai hubungan yang kuat satu sama lain.

“Karena tokoh agama disana memiliki hubungan yang kuat, ketika terjadi perselisihan antar umat beragama, belum sampai terjadi konflik, maka tokoh-tokoh ini sudah melakukan pendekatan kepada masyarakat, sehingga peluang bentrok dapat diantisipasi.” sebut orang nomor satu di Aceh Tengah itu.

Dialog berjalan santai tidak begitu formal, sehingga menimbulkan atensi dari peserta. Salah satunya Mian Pasaribu merupakan anggota FKUB dari umat Katolik. Sebutnya, belau sangat bersyukur tinggal di Aceh Tengah karena merasa nyaman tanpa ada diskriminasi pada agama yang dia anut.

“Sejak lama saya tinggal di Takengon belum pernah saya di diskriminasi. Saya bersyukur karena kerukunan umat beragama di bale bujang sangat baik, toleransinya cukup tinggi.” ungkap Mian yang juga menjabat Kasi Bimas Katolik pada Kantor Kemenag Aceh Tengah.

Dialog terus mengalir. Masing-masing unsur baik dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda hingga pemerintah memberikan pandangannya untuk tetap menjaga persaudaraan dan silaturrahmi demi menjaga kerukunan umat beragama di bumi Gayo.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here