Beranda Kantor Kemenag Kakankemenag Aceh Tengah Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj 1440 H di Masjid Raya...

Kakankemenag Aceh Tengah Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj 1440 H di Masjid Raya Ruhama Takengon

453
0

Takengon (Inmas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah Drs. H. Amrun Saleh, MA dan Jajaran menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemerintah Daerah Kab. Aceh Tengah di Masjid Raya Ruhama Takengon, 13/4/19

Sehari sebelum pelaksanaan peringatan Isra’ Mi’raj, Jum’at, 12/4. Kakankemenag Aceh Tengah Drs. H. Amrun Saleh, MA melalui Kasubbag TU Wahdi, MS, MA menghimbau kepada seluruh Jajaran staf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah untuk hadir dalam peringatan Isra’ Mi’raj yang digelar Pemda Aceh Tengah di Masjid Raya Ruhama Takengon, mengingat Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa penting sebagai Syiar Islam.

Peringatan Isra’ Mi’raj yang mengangkat tema “Dengan Momentum Isra Mi’raj Kita Tingkatkan Peranan Shalat Sebagai Tiang Agama Menuju Masyarakat Madani” menghadirkan penceramah DR. H. ZAKIUL FUADY, Lc, MA Ketua Ikadi Kabupaten Aceh Tengah. Selain itu, acara juga diisi lantunan Shalawat Nabi Muhammad SAW yang dikumandangkan oleh Group Dzikir Santrini Gayo.

Peringatan Isra Mi’raj dihadiri oleh Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar, Dandim, Kajari, Ketua Dewan, serta pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tengah, Alim ulama, tokoh masyarakat, masyarakat dilingkungan masjid, Pengurus Masjid dan Jamaah Majlis Taklim (BKMT/Puspita).

Dalam sambutannya Bupati Aceh tengah Drs. Shabela Abubakar menyampaikan  sangat mengapresiasi kepada masyarakat yang telah hadir dalam peringatan Isra’ Mi’raj. lanjutnya, bahwa  isra Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa penting , perjalanan Isra’ Mi’raj dan juga perjalanan suci menerima perintah shalat, implementasinya perintah shalat sebagai tiang Agama menuju masyarakat Madani, dalam membangun daerah harus ada Sinergi seluruh pihak: pegawai, swasta, dan elemen semua masyarakat.

DR. H. Zakiul Fuady, Lc. MA mengawali ceramahnya dengan membahas bahwa manusia hidup melalui tiga dimensi, masa lalu, masa sekarang, dan masa mendatang. Mengambil Ibroh masa lalu untuk pelajaran masa mendatang. Berkaitan dengan Isra’ Mi’raj dalam Al Qur’an Allah SWT mengawali kata dengan “Subhanallah” ini mendandakan periatiwa Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa besar dan penting yang hanya dapat diterima oleh keimanan, perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa kemudian naik ke langit ke 7 dan Sidratul Muntaha menghadap Allah SWT untuk menerima perintah Shalat 5 Waktu. Peristiwa yang sulit diterima akal/logika, bahkan Kafir Quraisy menganggap bahwa Nabi Muhammad SAW tidak waras karena bukan logika keimanan yang dipakai.

Menjelang peristiwa Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad SAW mengalami tahun duka cita yang menyesakkan dada dan menggundahkan kalbu. DR. H. Zakiul Fuady, Lc. MA menuturkan, peristiwa dukacita itu adalah wafatnya dua orang yang sangat dicintai dan dikasihi. Pertama, peristiwa wafatnya Abu Thalib, seorang paman Nabi, yang memeliharanya sejak beliau berusia 8 tahun. Paman yang senantiasa melindungi dirinya dari berbagai tindakan jahat kaum musyrik Quraisy.

Tidak begitu lama setelah wafatnya Abu Thalib, Rasulullah kembali mengalami duka cita. Istri tercintanya, Sayyidah Khadijah al-Kubra, wafat pada usia sekitar 65 tahun.

DR. H. Zakiul Fuady, Lc. MA menuturkan, Khadijah adalah satu-satunya istri Nabi yang mendampingi perjalanan panjangnya dalam suka duka, sejak Nabi berusia 25 tahun. Sayyidah Khadijah adalah istri yang sangat setia, ia mengorbankan segala apa yang dimilikinya bagi kejayaan Nabi dan agamanya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here