Beranda Madrasah Aliyah Mulai Senin Depan Madrasah Di Aceh Tengah Akan Belajar Tatap Muka, Berikut...

Mulai Senin Depan Madrasah Di Aceh Tengah Akan Belajar Tatap Muka, Berikut Syarat dan Ketentuannya

1045
0

Takengon (Inmas) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Tengah, H Saidi B SAg MA mengatakan bahwa Madrasah tingkat MA/MTs/MI mulai aktif belajar secara tatap muka, tepatnya tanggal 21 September 2020.

Hal tersebut diungkapkan dihadapan para Kepala Madrasah saat Saidi mensosialisasikan Surat Keputusan Bersama antara Dinas Pendidikan Aceh Tengah, Kemenag Aceh Tengah dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Tengah tentang pembelajaran tatap muka di Aceh Tengah. Senin (14/9/20) di Aula Umah Pesilangan.

Menurut Saidi, berdasarkan Surat Keputusan Bersama Tiga Lembaga itu, Madrasah yang dapat izin  melaksanakan pembelajaran secara tatap muka ialah madrasah yang berada pada zona hijau dan kuning saja dengan menyiapkan sarana protokol kesehatan yang telah ditentukan.

Berdasarkan Keputusan Penetapan Level Zonasi per Kecamatan Covid -19 di Kabupaten Aceh Tengah yang dikeluarkan Gugus Tugas Kabupaten tanggal 10 September 2020, diketahui 2 (dua) Kecamatan berstatus zona merah, 4 (empat) Kecamatan berstatus zona orange, 2 (dua) Kecamatan berstatus Zona kuning dan 6 (enam) Kecamatan berstatus zona hijau.

Saidi melanjutkan, walaupun zona merah dan orange tidak diperkenankan melaksanakan pembelajaran tatap muka, namun kepala Madrasah harus mempersiapkan persyaratan dan ketentuan protokol kesehatan sebagaimana tertuang dalam Surat Kebutusan Bersama tersebut.

“status zonasi bisa saja berubah setiap saat, makanya nanti ada tim untuk melakukan evaluasi setiap empat belas hari, jika empat belas hari kedepan ada zona hijau yang naik status ke zona merah akan kita stop, begitu juga sebaliknya, jika ada zona orange yang turun statusnya ke zona kuning maka proses belajar tatap muka pada zona itu dapat dilakukan” demikian ungkap Saidi.

Saidi juga perintahkan Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah dan tim dari Kantor Kemenag untuk turun ke lapangan guna memastikan kesiapan Madrasah yang berada pada zona hujau dan kuning.

“Mulai besok sampai hari sabtu saya ingin kejelasan, turunkan tim dibagi wilayah zona hijau dan kuning. Lihat bagaimana kesiapannya, hasil laporannya nanti memastikan bahwa Madrasah itu layak atau tidak belajar tatap muka”, pungkasnya.

Bagi Madrasah pada zona hijau dan kuning yang melaksanakan pembelajaran secara tatap muka harus memenuhi 15 (lima belas) Syarat sebagai upaya penerapan protokol kesehatan Covid-19, yaitu:

  1. Pengaturan tata letak ruangan dan bangku dengan jarak minila 1,5 meter
  2. Pembagian shif waktu belajar
  3. Surat pernyataan wajib penggunaan masker bagi warga Madrasah
  4. Ketersediaan sarana cuci tangan
  5. Toilet bersih
  6. Surat pernyataan melakukan penyemprotan Disimfektan minimal 2 kali dalam sebulan
  7. Ketersediaan alat thermogun
  8. Menutup kantin Madrasah
  9. Kegiatan olah raga fisik tidak boleh dilakukan
  10. Kegiatan ekstrakulikuler tidak boleh dilaksanakan
  11. Pengaturan tentang pengantar dan penjemput siswa
  12. Pengaturan tentang kegiatan istirahat
  13. Pengaturan tentang kegiatan rapat
  14. Kesepakatan Bersama antara Komite Madrasah terkait kesiapan melakukan pembelajaran/surat persetujuan Orang Tua/Wali untuk mengikuti proses belajar tatap muka
  15. Ketersediaan petugas dan ruang UKS.

Pihak madrasah juga diharuskan untuk mensosialisasikan kesiapan protokoler kesehatan melalui berbagai media publikasi, baik spanduk, poster ataupun pelakat agar dapat mengedukasi baik warga Madrasah, murud dan Orang Tua/Wali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here